Sunday, July 31, 2016

Penumpang Lion Air Emosi, Blokir Eskalator di Terminal 1A Bandara Cengkareng

Penumpang Lion Air Emosi, Blokir Eskalator di Terminal 1A Bandara Cengkareng

Jakarta - Ratusan penumpang maskapai Lion Air meluapkan kekesalannya karena kembali gagal terbang. Mereka memblokir eskalator penghubung terminal 1A menuju gate boarding room.

"Ini semua penumpang yang sudah dari semalam menunggu, tapi ternyata ngga ada kabar juga, jadi pada emosi," ujar salah satu penumpang Lion Air, Winry saat dihubungi detikcom, Senin (1/8/2016) pukul 06.00 WIB.

Winry adalah penumpang Lion Air JT 630 Jakarta-Bengkulu yang seharusnya terbang pada Minggu (31/7) pukul 16.25 WIB. Dia dan ratusan penumpang lainnya sudah menunggu sejak semalam di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Bahkan menurut Winnry ada penumpang dengan tujuan lainnya juga harus ikut delay.

"Enggak cuma saya yang ke Bengkulu, ini ada penumpang tujuan Banjarmasin, Surabaya, Lombok, Manado dan penerbangan pagi ini ke Makasar juga harus kena delay," ujar Winnry.

"Ini penumpang pada demo, blokade eskalator terminal 1A," tambah Winnry.

Menurut Winnry kekesalan para penumpang karena sejak semalam, mereka tidak menerima kepastian penerbangan. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang sakit.

"Semua emosi, ada yang sedang sakit sejak semalam, ada yang terlambat menghadiri pemakaman keluarganya. Jadi banyak yang terlambat dan enggak bisa ketemu keluarganya," pungkas Winnry.

Para penumpang sudah mendapatkan kompensasi dari maskapai Lion Air. Namun, janji bahwa mereka akan diterbangkan pagi ini pukul 05.00 WIB ternyata tidak jadi kenyataan. 

Dalam foto yang diterima detikcom, pagi ini, suasana rusuh terjadi karena ratusan penumpang LIon Air mengalami gagal terbang sejak semalam. Mereka memenuhi ruang gate 1 hingga 4 dan masih berusaha mencari kejelasan dari pihak Lion Air.

Sebagaimana diketahui, sejak semalam beberapa penerbangan Lion Air mengalami gangguan hingga delay parah dan berjam-jam. Menurut Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut, delay penerbangan Lion Air diakibatkan faktor cuaca.

"Maaf, karena rotasi pesawat dan ada beberapa kota cuacanya jelek," kata Daniel Putut kepada detikcom, Senin (1/8) dini hari. 
Link Alternatif :
www.bintangcapsa.com
www.meja13.net
www.capsa168.com
- ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/


ISIS Serang 2 Pembangkit Energi di Irak, 5 Orang Tewas

ISIS Serang 2 Pembangkit Energi di Irak, 5 Orang Tewas



Kirkuk - ISIS menyerang 2 fasilitas pembangkit energi di kawasan utara Irak. Lima orang tewas dalam serangan dan stasiun pemompa minyak pun berhenti beroperasi. 

Penyerangan pertama terjadi pada Minggu (31/7) di AB2 stasiun kompresor gas yang terletak 15 km dari kota Kirkuk. Demikian dilansir Reuters, Senin (1/8/2016). 

Empat orang bersenjata meledakkan granat di pintu eksternal. Akibatnya, dua orang penjaga dalam kondisi kritis. 

Mereka lalu menembak mati 4 karyawan di ruang kontrol dan memasang bahan peledak. Sekitar 5 dari antaranya meledak. 

Pasukan elit kontra-terorisme lalu menyerbu dan berhasil menguasai kembali pembangkit listrik itu. Mereka lalu membebaskan 15 karyawan lain yang telah tersembunyi di ruangan terpisah.

Sejumlah sumber meyakini bahwa para penyerang melarikan diri ke pembangkit energi Bai Hassan yang berjarak 25 km. Mereka lalu menyerang dengan cara yang sama.

Salah satu dari mereka meledakkan diri di pintu eksternal sehingga penyerang yang lain bisa masuk. Begitu sampai ke dalam, dua penyerang lain yang memakai rompi peledak lalu meledakkan diri dan menghancurkan tangki penyimpanan minyak. 

Penyerang keempat lalu tewas dalam baku tembak dengan penjaga keamanan. Seorang teknisi perminyakan tewas sementara 6 orang polisi terluka. 

Serangan ini mengakibatkan aktivitas pembangkit energi tertunda. Pembangkit ini seharusnya memompa 55.000 barel minyak ke sisi utara Kurdish. 

Kantor berita Amaq yang mendukung ISIS menyatakan dalam sebuah pesan bahwa ISIS sudah menyerang Bai Hasan. Namun, pesan tersebut tidak menjelaskan soal target sebelumnya. 
Link Alternatif :
www.bintangcapsa.com
www.meja13.net
www.capsa168.com
- ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Pengusaha di Vila Mewah

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Pengusaha di Vila Mewah

Sukabumi - Polisi sudah memeriksa sedikitnya 7 orang saksi terkait kematian Hantze Termanus (60) di Vila pribadinya di Kampung Sindanglengo RT 33/11, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pria yang akrab dipanggil Pak Hans oleh warga tersebut ditemukan tewas di dalam salah satu kamar vila.

"Kita masih melakukan penyelidikan terkait kematian korban, sudah 7 orang saksi kita periksa salah satunya penjaga vila yang terakhir melihat korban adu mulut dengan dua orang teman prianya," kata Kapolsek Parakansalak AKP Nursiwan kepada detikcom, sekira pukul 18.15 WIB, Minggu (31/7/2016).

Menurut Nursiwan, saat ditemukan korban berada di dalam salah satu ruangan di lantai tiga atau lantai paling atas Vila. Berada di atas karpet dengan posisi terlentang, ada ceceran darah di tempat korban ditemukan.

"Korban sudah kita bawa ke RSCM Jakarta untuk kepentingan autopsi, yang pasti identitas pelaku sudah kita kantongi. Tolong bersabar nanti akan kita segera beri infonya jika ada perkembangan lebih lanjut," tuturnya.

Dari foto-foto yang diperoleh detikcom dari salah seorang sumber, terdapat beberapa luka tusuk di antaranya di perut sebelah kanan korban. Selain itu dari telinga korban juga mengeluarkan darah.
Link Alternatif :
www.bintangcapsa.com
www.meja13.net
www.capsa168.com
- ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/



Friday, July 29, 2016

10 Warga Sipil Tewas Terkena Serangan Udara di Suriah

10 Warga Sipil Tewas Terkena Serangan Udara di Suriah


Beirut - Sebanyak 10 warga sipil tewas terbunuh oleh serangan udara di Atareb, Provinsi Allepo, Suriah bagian utara, Jumat (29/7) waktu setempat. Pelaku serangan udara belum jelas identitasnya.

Sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (30/7/2016), dari 10 warga sipil yang jadi korban itu, lima di antaranya adalah anak-anak. 

The Syrian Observatory for Human Rights menyatakan ada tiga serangan yang menargetkan jalan utama dan tengah kota. Mereka mengatakan jumlah korban tewas bisa bertambah karena banyak yang mengalami luka serius.

Atareb adalah kota yang didirikan para pemberontak pemerintahan Suriah. Negara ini memang tengah dikecamuk perang.

Belum jelas betul, siapa gerangan yang melancarkan serangan udara yang mematikan ini, apakah pesawat jet yang melancarkan serangan itu adalah milik Rezim Suriah atau milik sekutu Rusia, masih menyisakan tanda tanya. The Syrian Observatory mengecam serangan ini dan menyebut sebagai "sebuah pembantaian baru" yang mengoyak anak-anak.

Sebelumnya juga dikabarkan, rumah sakit bersalin yang disokong Save the Children di Idlib juga diserang dari udara. Rumah sakit rusak para, dan korban timbul akibat serangan ini. Kabarnya, ada anggota kelompok Jabhat Fateh al-Sham yang ditarget di rumah sakit ini.

Pekan lalu, serangan udara juga menyasar rumah sakit pengganti dan bank donor darah di bagian timur Aleppo Suriah. Serangan bahkan disebut berlangsung selama 24 jam. 

Link Alternatif :
www.bintangcapsa.com
www.meja13.net
www.capsa168.com
- ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/

Thursday, July 28, 2016

4 Pesan di Balik Eksekusi Mati 4 Terpidana dari 14 yang Direncanakan




Jakarta - Akhirnya, eksekusi jadi dilaksanakan Jumat (29/7) dini hari. Tidak semua terpidana dieksekusi seperti rencana semula. Mengapa hanya 4? Mengapa 4 terpidana itu yang dipilih? Apa pesan di balik keputusan ini?

Sejak awal beredar kabar, bahwa ada 14 terpidana yang akan dieksekusi mati pada tahap 3. Indikasi itu menguat setelah satu per satu terpidana dipindahkan ke Nusakambangan. Misalnya Merri Utami dari Lapas Wanita Tangerang. Juga Suryanto, Agus Hadi, dan Pudjo Lestari dari LP Barelang, Batam.

Hal itu dibenarkan Jaksa Agung M Prasetyo. "Kalau tidak berubah 14 orang," kata pucuk pimpinan Korps Adhyaksa ini, di kantornya, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatang, Rabu (27/7/2016).

Nama-nama terpidana muncul melalui broadcast dari berbagai sumber terpercaya. Jumlahnya memang 14 orang, terdiri dari 4 WNI, 10 WNA. 

Selanjutnya, persiapan menjelang eksekusi terlihat total. Ribuan personel pengamanan disiagakan. Sehari sebelum eksekusi, 17 ambulans dengan membawa peti mati masuk ke Nusakambangan. 

Nah, dini hari tadi, di tengah hujan deras dan angin kencang, eksekusi ternyata hanya dilakukan terhadap 4 terpidana. Yakni Freddy Budiman (37), Michael Titus (34), Humprey Ejike (40), dan Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane (34).

Apa arti semua ini? Jampidum Kejagung Noor Rachmad memberikan jawaban.
Desas-desus berembus dari Kamis (28/7) tengah malah hingga Jumat dini hari. Disebutkan eksekusi ditunda karena hujan deras. Beredar kabar juga eksekusi telah dilakukan.

Di Dermaga Wijaya Pura Cilacap sekitar pukul 02.05 WIB, Noor Rachmad menjernihkan simpang siur informasi. Ia mengatakan eksekusi dilakukan pada pukul 00.45 WIB. Empat terpidana dikeluarkan dari sel isolasi, kemudian dihadapkan pada regu tembak.

"Saya minta maaf kami tidak memberikan informasi detail, karena untuk kepentingan bersama. Kami dan tim berusaha agar tidak ada kegaduhan seperti berita sebelumnya," kata Noor Rachmad didampingi Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono.
4 Pesan di Balik Eksekusi Mati 4 Terpidana dari 14 yang Direncanakan
Menurut Noor Rachmad, eksekusi mati adalah amanat UU. Bukan pekerjaan menyenangkan, sebaliknya malah menyedihkan karena menyangkut nyawa orang. Karena itu, Kejagung dan tim turut bela sungkawa sebesar-besarnya bagi keluarga korban yang dieksekusi. 

"Yakinlah ini semua semata-mata karena melaksanakan undang-undang, dan yakin pula pelaksanaan ini bukan dalam rangka untuk menghilangkan nyawa orang tapi untuk menghentikan niat jahat mengedarkan narkoba," jelasnya.
Mengapa hanya 4 yang dieksekusi? Noor Rachmad mengatakan sepak terjang Freddy Budiman, Michael Titus, Humprey Ejike, dan Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane jadi salah satu pertimbangan. Dicontohkan, Freddy merupakan pengedar narkoba kelas berat. Jangkauannya tidak hanya Jakarta, tapi Surabaya hingga Papau.

"Bahkan di dalam penjara pun yang bersangkutan masih mengendalikan peredaran narkoba," kata Noor Rachmad.

Sementara tiga lainnya sudah mengajukan PK dua kali, sehingga tidak ada upaya hukum lain.
4 Pesan di Balik Eksekusi Mati 4 Terpidana dari 14 yang Direncanakan

Bagaimana dengan nasib 10 terpidana lain? Akan tetap dieksekusi? Noor Rachmad hanya menyebut pihaknya menunggu saat yang tepat. Perlu kajian-kajian mendalam. 

"Tentu untuk periode akan datang akan dilakukan bertahap," kata Noor Rachmad.

Berikut nama 10 terpidana tersisa dan kasusnya:

1. Obina Nwajagu (40), warga Nigeria. Barang bukti 1400 gram heroin
2. Ozias Sibanda (31), warga Zimbabwe. Barang bukti 850 gram heroin 
3. Zulfiqar Ali, warga Pakistan. Barang bukti 300 gram heroin
4. Merry Utami (42), WNI. Barang bukti 1,1 kg heroin
5. Gurdip Sighn (36), warga India. Barang bukti 300 gram heroin
6. Fedderikk Luttar (39), warga Nigeria. Barang bukti 1000 gram heroin
7. Eugene Ape (44), warga Nigeria. Barang bukti 300 gram heroin
8. Agus Hadi (53), WNI. Barang bukti 25.499 butir ekstasi
9. Pujo Lestari (42), WNI. Barang bukti 25.499 butir ekstasi
10. Okonnkwo Nonso (34), warga Nigeria. Barang bukti 1,18 Kg heroin

Link Alternatif :
www.bintangcapsa.com
www.meja13.net
www.capsa168.com
- ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/