Wednesday, January 25, 2017

Trump Teken Keputusan Pembangunan Tembok AS-Meksiko

Trump Teken Keputusan Pembangunan Tembok AS-Meksiko

Jakarta  AP Pembangunan tembok yang memisahkan Amerika Serikat dan Meksiko akan memakan biaya miliaran dolar.
Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahnya akan segera membangun tembok di perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko, untuk mewujudkan salah satu janji kampanyenya.
Saat berpidato di Kementerian Keamanan Dalam Negeri, hari Rabu (25/01), Trump mengatakan tembok ini akan mencegah masuknya imigran gelap dan penyelundup narkoba.
"Negara tanpa perbatasan bukanlah negara. Terhitung mulai hari ini Amerika Serikat akan mengambil alih kembali perbatasannya," kata Presiden Trump.
Sebelumnya, ia menandatangani surat keputusan pembangunan tembok, yang panjangnya bisa mencapai 2.000 mil dengan biaya miliaran dolar, yang biayanya nanti akan diganti oleh pemerintah Meksiko, posisi yang sudah ditolak oleh pemerintah di sana.
"Akan ada pembayaran (dari pemerintah Meksiko)," kata Trump dalam wawancara dengan ABC News.

Pemisah AS-Meksiko

Ia pernah mengatakan bahwa biaya untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko ini sekitar US$ 8 miliar. Namun sejumlah pihak meyakini biaya yang sebenarnya mungkin bisa dua kali lebih besar.
Wartawan BBC di Meksiko, Will Grant, mengatakan banyak kalangan di Meksiko yang menganggap tembok ini sebagai 'perwujudan sikap rasis Amerika' yang membuat mereka menentang rencana pembangunannya.
Tembok ini, jika nantinya selesai dibangun, akan memisahkan keluarga dan mencegah warga Meksiko untuk mencari pekerjaan musiman di Amerika, jenis pekerjaan yang sebenarnya 'membantu pertumbuhan ekonomi' Amerika.
Soal biaya, kantor presiden Meksiko sudah menegaskan bahwa mereka tak ingin membayar kepada Washington, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.





Tuesday, January 24, 2017

TKI Hong Kong Persoalkan Cuitan Fahri Soal Babu di Negeri Orang

TKI Hong Kong Persoalkan Cuitan Fahri Soal Babu di Negeri Orang


Jakarta - Koalisi 55 Organisasi Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang tergabung dalam Lingkaran Aku Cinta Indonesia (LACI) mempersoalkan cuitan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal babu di negeri orang. Ketua LACI Nur Halimah mengatakan cuitan Fahri merendahkan martabat pekerja Indonesia di luar negeri.

"Tahukah Bapak bahwa kami ini pekerja bukan babu. Kami mempunyai harkat dan martabat. Kami melakukan pekerjaan yang halal dengan setiap tetesan keringat kami, bukan hasil korupsi apalagi hasil mengemis! Perjuangan yang kami lakukan di sini telah memberikan penghidupan yang lebih layak bagi keluarga kami di kampung halaman, serta memberikan anak kami pendidikan dan jaminan kesehatan yang lebih baik," ujar Halimah melalui keterangan tertulis yang diterima meja13.com, Selasa (24/1/2017).

Halimah sendiri membenarkan keterangan tersebut saat dikonfirmasi meja13.com. Cuitan Fahri yang dipersoalkan yakni soal perkataan Fahri yang menyebut anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang.

"Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela," demikian cuit Fahri Hamzah dalam akun Twitter @Fahrihamzah. Cuitan tersebut saat ini sudah tidak terlihat di akun Twitter Fahri alias telah dihapus.

Screnshot cuitan Fahri hamzah yang dipersoalkan LACI


Selain itu, LACI mempermasalahkan soal pernyataan Fahri tentang 1.000 TKI di Hong Kong hamil dan menyia-nyiakan anak mereka untuk diasuh LSM serta data 30 persen TKI di Hong Kong yang mengidap HIV/AIDS. Sebelumnya, data tersebut juga telah dibantah oleh PathFinder selaku pihak yang dikutip soal data tersebut.

"Yang terhormat Bapak Fahri Hamzah, kami sudah tidak bisa tinggal diam lagi dengan segala pernyataan Bapak terkait Buruh Migran Indonesia (BMI) yang cenderung menjelek-jelekkan dan sangat tidak menghargai kami selama beberapa waktu belakangan ini. Mulai dari fakta-fakta tidak valid (atau bisa kami anggap sebagai tuduhan) yang Bapak sampaikan kepada DetikNews (1/10/2017) tentang 1.000 TKI di Hong Kong hamil dan menyia-nyiakan anak mereka untuk diasuh LSM di Hong Kong ataupun tuduhan bahwa 30 persen TKI di Hong Kong mengidap HIV/AIDS," ujar Halimah.

Oleh sebab itu, LACI menuntut Fahri meminta maaf atas pernyataan Fahri soal kondisi TKI di Hong Kong. LACI juga meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR untuk mempertimbangkan mencopot Fahri sebagai anggota DPR.

"Menuntut Bapak Fahri Hamzah untuk meminta maaf secara resmi atas pernyataan-pernyataannya yang merendahkan Buruh Migran Indonesia (BMI) dan atas penggunaan data-data tidak valid yang menuduh 1.000 BMI di Hong Kong hamil dan menelantarkan anaknya serta 30% dari kami mengidap HIV/AIDS. Mendorong MKD DPR RI untuk mengevaluasi kinerja Fahri Hamzah dan mempertimbangkan pencopotan yang bersangkutan dari anggota DPR RI," kata Halimah.

Dikonfirmasi secara terpisah, Fahri angkat bicara atas cuitan tersebut. Politikus PKS ini mengatakan bahwa dia bermaksud untuk mengajak berpikir soal fakta tenaga kerja asing (TKA) yang menyerbu Indonesia, sementara rakyat Indonesia sengsara di luar negeri.

"Saya tidak mau diplomatis, maksudnya saya apa adanya aja. Apa yang saya katakan sejak awal adalah soal kesibukan kita bukan pada isu inti. Justru saya ajak memikirkan fakta bahwa tenaga kerja asing menyerbu kita, sementara rakyat sendiri sengsara di negeri orang, bahkan ada yang diperbudak, disiksa, dan diserap, menjadi komoditas perdagangan manusia. Ini nyata, bukan khayalan," ujar Fahri melalui pesan singkat, Selasa (24/1).

"Perasaan tidak adil saja bahwa saya mendapat laporan soal penganiayaan dan perbudakan. Di sisi lain tenaga kerja kasar dari luar masuk tanpa halangan," sambung Fahri. 

Sidang Ahok Ahok: Saya Keberatan Seolah-olah Saya Menodai Agama dan Ulama

Ahok: Saya Keberatan Seolah-olah Saya Menodai Agama dan Ulama

Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) keberatan dengan keterangan saksi Iman Sudirman dalam persidangan. Ahok menegaskan tidak pernah melakukan penodaan agama saat menyebut surat Al Maidah di hadapan warga Kepulauan Seribu. 

"Saya keberatan seolah-olah saya menodai agama dan ulama. Tidak saya temukan di video," kata Ahok menanggapi kesaksian Iman dalam persidangan di Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Ahok menyoroti berita acara pemeriksaan (BAP) Iman saat dimintai keterangan pada 18 November 2016. Iman melaporkan Ahok ke Mapolda Sulteng pada 9 Oktober 2016.


"Di BAP 6 dan 7 betul sudah dibaca jelas keterangan waktu dan tempat sama sekali. Saudara saksi ngaco luar biasa. Saya juga keberatan dengan BAP tidak tahu persis semua, (tetapi) berani melaporkan saya. Saya juga tidak terima saudara saksi menista agama dengan Pasal 156 A kUHP jelas mengaku tidak sesuai," imbuh Ahok. 

Dia mempertanyakan adanya kesalahan keterangan dan penulisan di BAP namun tetap ditandatangani Iman. 


"Saya juga keberatan saudara paraf tanda tangani, tapi ditanya isinya tidak tahu. Saya keberatan satu pihak mengakui, satu Seakan-akan menuduh polisi. Saya juga tidak terima pernyataan BAP 19, Al Maidah 51 adalah pembohongan dan kebodohan. Saudara saksi jelas-jelas memfitnah saya, semoga Tuhan mengampuni saudara," tutur Ahok. 

Soal keberatan ini, Iman menyatakan tetap pada keterangannya. Sebelum meninggalkan ruang sidang, Iman juga meminta majelis hakim menahan Ahok.

"Saya meminta saudara Basuki Tjahaja Purnama ditahan dalam penodaan agama Islam," kata Iman di ruang sidang. 

Selain Iman, jaksa yang dipimpin Ali Mukartono pada sidang ketujuh menghadirkan Lurah Pulau Panggang Kepulauan Seribu, Muhammad Asroi Saputra (pelapor), dan Nurkholis Majid, kamerawan Diskominfo DKI yang mengikuti kegiatan Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.


Saturday, January 21, 2017

Boni Ajak Habib Rizieq Diskusi, FPI: Silakan Saja, Kami Siap


Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) menegaskan kesiapan Habib Rizieq Syihab berdiskusi soal Pancasila dengan pengamat politik Boni Hargens. Rizieq disebut selalu terbuka dengan forum tukar pikiran mengenai kebangsaan.

"Silakan saja, politikus-politikus yang sekarang lagi banyak ramai itu jangan ngomong gede di Media. Kebanyakan orang nggak kenal Habib Rizieq hanya sebatas kenal Habib Rizieq itu FPI," kata Panglima Laskar FPI Maman Suryadi saat dihubungi Sabtu (21/1/2017) malam.

Maman menyesalkan bila ajakan diskusi hanya sebatas pernyataan. Padahal FPI menurutnya bersikap terbuka dengan diskusi untuk menawarkan solusi.

"Mereka menantang habib gini-gini, tapi kenyataan di lapangan nggak ada yang berani kok. Cuma berani berkoar di TV, di medsos. Kita siap ditantang di mana pun kita siap," tegasnya.

"Kita bisa musyawarah bagaimana solusi bangsa. Ini sekarang yang menghantam FPI dengan berita-berita seolah FPI nggak NKRI nggak cinta Indonesia, nggak damai, sebenarnya mereka itu pengkhianat-pengkhianat bangsa," imbuh Maman.

Ajakan diskusi terbuka disampaikan pengamat politik Boni Hargens untuk Rizieq. Ajakan itu terkait dengan tesis Rizieq yang membahas sejarah Pancasila.

"Tanpa berpretensi menilai kualitas dari karya Bapak, saya tergerak untuk mengadakan debat terbuka dengan Bapak tentang Pancasila dalam kaitannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tulis Boni dalam surat yang disampaikannya ke DPP FPI, seperti yang diterima detikcom, Sabtu (21/1).

Saat dimintai konfirmasi mengenai surat itu, Boni mengaku telah mengantarkannya ke kantor DPP FPI, yang ada di Petamburan, Jakarta Pusat. Namun FPI ataupun Rieziq belum memberi respons.

"Sudah diterima DPP FPI. Staf saya yang antar (suratnya). Belum ada (tanggapan) dari mereka," ujar Boni. 





Melihat Kesigapan Pemkab Banyuwangi Atasi Warga Miskin yang Sakit


Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memantau kesigapan Dinas Kesehatan Banyuwangi menangani kasus masyarakat yang sakit parah. Tak hanya mendapatkan laporan, Bupati Anas terjun langsung melihat kondisi di lapangan.

Salah satunya adalah saat Bupati Anas menjenguk Sulastri (35), warga Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, yang dikabarkan mengidap kanker payudara akut. Di temani suami Sulastri, Atwi (51), Bupati Anas membujuk Sulastri untuk dirujuk ke rumah sakit.

"Bu Sulastri menolak untuk dirujuk ke rumah sakit. Pihak keluarga tidak tega saat melihat Bu Sulastri kesakitan kalau harus dipindah dari tempatnya. Sekujur tubuhnya merasa kesakitan saat digerakkan," ungkap Anas, Sabtu (21/1/2017).

Melihat kondisi yang demikian, Bupati Anas memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Banyuwangi dan pihak Kecamatan Banyuwangi untuk melakukan pedampingan penuh.

"Selambatnya, tiap tiga hari sekali harus diperiksa kondisinya. Kebutuhan nutrisinya dan bantuan oksigen untuk pernapasannya bisa dicukupi," jelasnya.

Sebenarnya, sebelum kunjungan Bupati Anas ke rumahnya, Sulastri telah mendapatkan perawatan dari Pemkab Banyuwangi. Ia teridentifikasi mengidap kanker payudara pada awal 2016. Saat itu, pihak Puskesmas Kertosari yang bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan kesehatan di daerah Karangrejo segera melakukan tindakan.

Semua proses administrasi Sulastri untuk mendapatkan jasa kesehatan gratis segera diurus. Kemudian, Sulastri mendapatkan pengobatan kemoterapi sebelum melakukan operasi. Sempat empat kali dari enam kali yang disarankan, Sulastri melakukan kemoterapi di salah satu rumah sakit di Jember.

Setelah melakukan kemoterapi, Sulastri tampak sehat dan dapat melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Hingga tanpa disadari, ia hamil. Dalam proses kehamilannya, pihak Puskesmas Kertosari aktif mendampinginya. Melalui posyandu, Sulastri rutin memeriksa kandungannya tersebut.

Ketika waktu melahirkan, oleh Puskesmas Kertosari, Sulastri dirujuk ke RSUD Blambangan. Ia melahirkan dengan kondisi normal. Namun, bayinya yang diberi nama Muhammad Alfatih Yandra itu, memiliki bobot minimal. 

"Hal ini, mungkin karena ibunya mengalami sakit, sehingga asupan gizi pada bayinya tidak maksimal," terang Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono.

Kasus Sulastri merupakan satu dari sekian kasus kesehatan yang dialami warga miskin yang mendapatkan perhatian dari Pemkab Banyuwangi. Bupati Anas menggalakkan pelayanan terhadap warga secara cepat. Ia memiliki Standard operational system (SOP) tersendiri untuk merespons setiap aduan warga, terutama tentang warga miskin yang sakit. 

"SOP-nya 4 jam semua laporan harus segera ditangani," ungkap Anas.

Laporan dari warga tersebut bisa melalui aduan langsung, lewat media sosial maupun SMS center. Laporan itu, lantas didistribusikan ke instansi yang terkait. Seperti pihak kecamatan maupun puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Namun, ujar Anas, Pemkab Banyuwangi saat ini tidak hanya menunggu laporan dari warga. Ia bekerja sama dengan semua kepala desa se-Banyuwangi untuk tiap saat melakukan pengecekan kepada warganya yang menderita sakit untuk segera mendapatkan pelayanan. 

"Kita tambah dana transfer ke desa sebesar Rp 10 miliar. Jadi tidak ada alasan lagi bagi pemerintah desa untuk tidak memberikan pelayanan kepada warganya yang miskin dan sakit," terangnya.

Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi. 

"Kadang pihak keluarga libur kerja karena menunggui yang sakit. Tentu, pemerintah sulit untuk memenuhi kebutuhan makan dan transportasi ini. Pertanggungjawaban administratifnya yang sulit. Maka, kami menggandeng Baznas untuk bisa mengcover bantuan yang demikian," papar Anas.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga bekerja sama dengan rumah sakit di seluruh Banyuwangi untuk pengobatan bagi warga miskin yang sakit. 



Seribuan Orang Bersalawat di Bali, Gemakan Kerukunan dan Kedamaian


Jakarta - Seribuan orang dari ormas Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul di jantung kota Denpasar, Bali, untuk bersalawat. Mereka menggemakan kerukunan dan kedamaian di Pulau Dewata.

Pantauan meja13.com, Sabtu (21/1/2017) malam, acara Gema Salawat Dalam Rangka Hari Lahir NU ke-91 itu berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali.

Sejak pukul 19.00 WITA, seribuan umat muslim di Bali mulai berkumpul dengan atribut bendera NU dan neon kecil warna-warni, tak ketinggalan bendera Merah Putih menghiasi kerumunan massa yang menyemut.

Menurut Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Denpasar, M Syafii Abdillah, acara ini dihadiri oleh warga NU di seluruh Bali. Ditambahkannya, acara salawat ini sukses dihelat berkat peran serta masyarakat Bali, baik pecalang maupun umat beragama lain.

"Hari lahir NU ke-91 mengambil tema menjaga Islam Nusantara yang Rahmatan Lil 'Alamin, merajut kebhinnekaan dan memelihara kebersamaan," kata Syafii di lokasi.

"Tak kalah penting, suksesnya acara ini didukung oleh pecalang dan umat Hindu. Hal yang berkaitan dengan siapapun, yang mengganggu NKRI, termasuk Bali, kami siap melawan," tambahnya.

Acara yang turut dibantu oleh puluhan pecalang ini dipimpin oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo, Jawa Tengah. Habib Syech melantunkan doa untuk keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di seluruh Indonesia.

"Ya Allah SWT, kami berharap kedamaian di masyarakat kami. Kami umat Islam adalah umat yang selalu cinta damai, selalu cinta kebaikan. Jadikanlah Denpasar, Bali, dan Indonesia menjadi tempat yang aman, nyaman, tentram dan kebahagiaan. Malam hari ini, kita berkumpul untuk menggapai kedamaian," ujar Habib Syech saat acara dan disusul pekikan amin.

Acara ini juga diramaikan dengan belasan stand makanan halal dan warga NU dari luar Bali. Sebelumnya, PCNU Denpasar sempat menyatakan menolak keberadaan FPI di Bali terkait ucapan Munarman yang menuding pecalang melarang umat muslim menjalankan ibadah salat Jumat. 




Friday, January 20, 2017

TNI Tangkap Pengedar Sabu di Sebuah Salon di Medan


Medan - TNI menangkap seorang pengedar narkoba jenis sabu di sebuah Salon yang ada di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari tangannya, petugas menyita 8 paket sabu dan uang tunai senilai Rp 1,3 juta.

Dandim 0201/BS Kolonel Inf Maulana Ridwan mengatakan, pengedar sabu tersebut bernama Azrai (33). Pelaku ditangkap pada Jumat (20/1/2017) sore. 

Penangkapan bermula saat anggota Kodim 0201/BS mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa di salah satu Salon di Jalan Utama, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu.

"Kemudian petugas menuju ke lokasi dan melihat pelaku ini sedang duduk di dalam," kata Ridwan.

Melihat hal tersebut, petugas memeriksa pelaku. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan narkoba yang disimpan pelaku di kantongnya. 

Pelaku yang ditangkap seterusnya dibawa ke Kodim 0201/BS untuk dilakukan pemeriksaan sementara. "Pelaku kemudian kita serahkan ke Polrestabes Medan untuk pengembangan proses selanjutnya," tutup Ridwan. 





Donald Trump Resmi Dilantik Menjadi Presiden AS ke-45

Donald Trump Resmi Dilantik Menjadi Presiden AS ke-45

Washington DC - Pengusaha real estate ternama, Donald Trump, resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45. Trump mengucapkan sumpah jabatannya di depan ratusan ribu warga AS yang hadir langsung di Washington DC.

Trump dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts. Hakim Roberts mengucapkan kata-kata dalam sumpah jabatan Presiden AS terlebih dahulu, dan Trump mengikutinya.

"Saya, Donald John Trump, bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan dengan teguh menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat, dan akan dengan kemampuan terbaik saya, menjaga, melindungi dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat. Tuhan, tolong saya," demikian bunyi sumpah yang diucapkan Trump. 

Dengan demikian, Trump resmi menjabat Presiden AS. Trump melambaikan tangan ke arah warga AS yang hadir dan mengucapkan 'Terima kasih' berulang kali. Teriakan 'Trump' membahana. 

Sebelum Trump, Mike Pence mendapat giliran pertama dilantik menjadi Wakil Presiden AS. Hakim Mahkamah Agung Clarence Thomas memimpin pembacaan sumpah jabatannya.

"Saya, Michael Richard Pence, bersumpah dengan sungguh-sungguh, saya akan mendukung dan mempertahankan konstitusi AS, melawan seluruh musuh, baik asing maupun domestik," demikian bunyi sumpah yang dibacakan Hakim Thomas kemudian diulangi oleh Pence. 

Setelah membaca sumpah jabatan, Pence resmi menjadi Wapres AS. Pence kemudian memeluk istrinya, Karen.



Polda Metro Jaya Imbau Rizieq Tak Kerahkan Massa Saat Diperiksa




Jakarta - Polisi mengimbau Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab untuk tidak mengerahkan massa saat pemeriksaan. Rizieq disarankan membawa penasihat hukum saja.

"Karena kan diperiksa sebagai saksi, jadi nggak usah bawa massa, cukup bawa penasihat hukum saja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Jumat (20/1/2017).

Argo juga meminta kepada Rizieq untuk mematuhi proses hukum. Ia mengimbau Rizieq untuk memenuhi panggilan polisi.

"Iya kami imbau kooperatif. Karena kan panggilannya juga sebagai saksi, datang saja," imbuh Argo.

Soal kemungkinan massa FPI melakukan unjuk rasa atas pemanggilan Rizieq tersebut, Argo mengaku pihaknya akan melakukan antisipasi. Demo tidak dilarang, tetapi diimbau agar tidak bertindak anarkis.

"Kalau mau menyampaikan pendapat ya silakan, sah saja, tapi ada aturannya. Jangan merusak kepentingan umum, jangan bawa benda terlarang dan membahayakan," terang Argo.

Polisi mengagendakan pemeriksaan terhadap Rizieq pada Senin (23/1) nanti. Rizieq diperiksa sebagai saksi terkait laporan warga soal ceramahnya yang menyebut bahwa logo BI pada mata uang rupiah baru sebagai 'palu arit' yang diidentikkan dengan simbol komunis.
Habib Rizieq Tak Meminta Massa Datang

Habib Rizieq Syihab menyatakan siap memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait laporan atas pernyataannya soal uang baru berlogo palu-arit. Dikabarkan akan mendapat pengawalan massa seperti di Polda Jawa Barat, Rizieq mengaku tak pernah meminta orang untuk ikut dengannya saat memenuhi panggilan kepolisian.


"Ane nggak minta dikawal, kalau pada mau datang mana bisa dilarang. Ane nggak minta dikawal, ane nggak pernah ngajak-ngajak orang," ungkap Rizieq di Gedung Joang 45, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).

Saat ditemui, Rizieq baru saja menjadi pembicara dalam diskusi bertema 'Kedaulatan NKRI Tanggung Jawab Kita Semua'. Rizieq meminta kepada pihak kepolisian tidak mengulang kejadian di Polda Jabar.

"Cuma yang mestinya antum tanyakan, kalau ane dipanggil ke Polda Jabar seperti kemarin. Lalu mereka siapkan preman lalu melakukan sweeping dan mengepung dan membunuh gimana," ujarnya.

"Masa, ormas islam datang nggak boleh, tapi preman datang boleh," imbuh Rizieq.

Kasus yang dilaporkan oleh Solidaritas Merah Putih (Solmet) ini sudah ditingkatkan menjadi proses penyidikan. Polisi telah memeriksa saksi-saksi serta ahli terkait kasus, salah satunya direktur di Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Decymus, pada Selasa (17/1).

Dalam penyelidikan pelaporan terhadap Habib Rizieq, tim Polda Metro Jaya sudah meminta keterangan kepada sejumlah saksi, termasuk ahli. Ahli dari Bank Indonesia juga dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus.

Deputi Direktur Komunikasi BI Andi Wiana mengatakan logo hologram BI pada mata uang baru bukan bergambar palu-arit. Tampilan hologram tersebut merupakan satu unsur pengaman dalam mata uang rupiah agar tidak mudah dipalsukan.

"Justru itu kita jelaskan bahwa hal itu tidak benar (berlogo palu-arit). Bahwa itu adalah salah satu unsur pengaman yang kita tanamkan memang di dalam uang itu," tegas Andi, Selasa (17/1). 


Monday, January 16, 2017

Pasca Motoran Telanjang, Dona Sempat Tak Bisa Diajak Bicara


Jakarta - Rusmiati alias Dona (28) diamankan polisi lantaran mengendarai sepeda motor tanpa busana menuju Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Keadaan Dona yang sempat mengaku berhalusinasi karena narkoba itu kini telah kembali normal.

"Kondisinya sekarang sudah kembali normal, tidak seperti kemarin pandangannya kosong dan belum bisa diajak bicara," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi saat dihubungi detikcom, Selasa (17/1/2017).

Menurut Suhadi, pihak kepolisian masih mendalami penyebab Dona yang baru satu tahun tinggal di Pontianak itu berbuat nekat dengan mengendarai motor tanpa pakaian di keramaian jalan, pada Minggu (15/1) siang.

"Katanya kerja di Flamboyan, dari pengakuan dia mengalami halusinasi karena menggunakan narkoba. Tapi kita masih akan dalami sembari menunggu hasil uji laboratorium," jelas Suhadi.

Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan, Dona diketahui merupakan warga Pondok Bereum Desa/Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebelum kerja ke Pontianak, Dona pernah bekerja di Jakarta dan Batam. 

"Sampai saat ini belum ada keluarga yang datang menjenguk atau menghampiri," pungkas Suhadi.

Sebagaimana diketahui, Minggu (15/1) kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB, Dona pergi dari hotel di kawasan Flamboyan dengan mengendarai sepeda motor dan mengenakan mukena. Di tengah jalan ia membuang mukenanya sehingga tampil polosan alias telanjang. Tentu saja, aksi ini jadi perhatian warga. Dona pun diamankan polisi setelah hampir satu jam lalu lalang tanpa pakaian secuil pun. 




Friday, January 13, 2017

Nikah Siri, Bupati Katingan Merasa Berhak Kapan Saja Berhubungan

Nikah Siri, Bupati Katingan Merasa Berhak Kapan Saja Berhubungan

Palangkaraya - Bupati Katingan, Kalimantan Tengah, Ahmad Yantinglie mengaku sudah menikah siri dengan FY. Atas dasar itu, Yantenglie menyebut dirinya bisa berhubungan dengan FY kapan saja.

"Karena sudah merasa cocok akhirnya mereka melakukan nikah sirih. Karena sudah merasa suami istri dia merasa berhak kapan saja melakukan hubungan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kalteng Kombes Gusde Wardana kepada detikcom, Jumat (13/1/2017).

Menurut Gusde, Yantenglie mengaku sudah mengenal FY pada tahun 2010 saat FY pindah dari Palangkaraya ke Katingan. "Tetapi baru intensnya awal awal tahun kemarin," sebut Gusde.

Dari awal perkenalan itu, Yantenglie dengan FY menjalin hubungan hingga setahun terakhir. Hingga akhirnya perselingkuhan Yantenglie dengan FY terungkap saat suami FY, Aipda S, mencari FY.

Gusde menyebut Yantenglie menyadari Farida sudah bersuami. Tapi Yantenglie tetap berhubungan dengan FY hingga akhirnya menikah siri.

"Sudah tahu punya suami karena wanita ini pernah menujukan surat keterangan bahwa mereka tidak akan saling gugat kalau sudah duluan nikah. Tetapi itu baru pengakuan," sebut Gusde.

Yantenglie dan FY ditetapkan sebagai tersangka perzinaan sebagaimana diatur dalam pasal 284 KHUP dengan ancaman sembilan bulan penjara. Keduanya tidak ditahan melainkan dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu.




Wednesday, January 11, 2017

Satu Pengeroyok Kader PDIP Masih Diburu, Ruang Gerak Dipersempit

Satu Pengeroyok Kader PDIP Masih Diburu, Ruang Gerak Dipersempit


Jakarta - Pihak kepolisian masih memburu Fahmi, satu pelaku pengeroyok Widodo, kader PDIP. Polisi bekerjasama dengan TNI untuk mempersempit ruang gerak tersangka.

"Sudah kami kejar, kita juga sudah minta aparat TNI. Kita sudah bicara dengan Pangdam, kerjasama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kelurahan untuk bisa mempersempit ruang gerak yang bersangkutan," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Iriawan mengatakan tersangka kemungkinan belum keluar dari Jakarta. "Kita belum pastikan, ke luar kota atau tidaknya belum tahu, yang jelas masih di sekitar Jakarta," imbuh Iriawan.

Sementara ini, polisi baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut. Tersangka Irfan sebelumnya telah menyerahkan diri ke polisi.

"Karena memang hasil keterangan saksi, mereka berdua yang melakukan 170 (nomor pasal tentang pengeroyokan di KUHP) terhadap saudara Widodo," jelas Iriawan.

Sebelumnya, pelaku pengeroyokan diduga berjumlah sekitar 10 orang. Tetapi, kemungkinan adanya pelaku lain, masih terus didalami oleh polisi.

"Yang lain masih dalam tahap saksi. Tidak menutup kemungkinan kalau ada saksi lain, bukti lain kita akan tetapkan tersangka," imbuhnya.

Iriawan mengatakan, tidak sulit bagi polisi untuk mencari pelaku pengeroyokan karena korban sendiri mengenal dua pelaku. "Karena sebenarnya mereka saling kenal, jadi tidak terlalu sulit. Jadi saudara Widodo bisa menunjukkan siapa pelaku pengeroyokan dari dua orang tersebut," sambungnya.

Pengeroyokan terhadap Widodo terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat, 6 Januari lalu. Ada dua tetangga Widodo yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan.

Pengeroyokan berawal dari adu mulut pada siang hari terkait dengan rencana blusukan Calon Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat ke Jalan Jelambar Utama, Grogol Petamburan, Jakbar. Malam harinya, Widodo dihampiri oleh pelaku.

"Pemicunya, pelaku ini berteriak haram terhadap salah satu calon. Korban menyampaikan, 'Yang haram itu apa'," sebut Roycke, Sabtu (7/1).




TransJ Rute Grogol-Bekasi Alami Perpendekan Rute



Jakarta - Penumpang TransJakarta sempat harus menunggu lama bus untuk jurusan Grogol-Bekasi dan sebaliknya. Sebabnya, ada perpendekan rute.

"Ada perpendekan rute. Dari Summarecon (Bekasi) hanya sampai BNN (Jakarta). Kemudian untuk Bekasi Timur hanya sampai Cawang-UKI," kata petugas call center PT TransJakarta, Julian saat dihubungi lewat telepon, Rabu (11/1/2017).

Julian mengatakan perpendekan rute ini terjadi sejak tadi pagi. Dia mengatakan belum mengetahui apakah kondisi ini, penumpang harus menunggu lama, masih akan terjadi pada Kamis (12/1) esok hari.

"Untuk esok hari, belum ada informasi terkait hal tersebut," ujarnya.

Julian mengatakan, perpendekan rute ini disebabkan adanya masalah internal di pihak operator Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Terkait persoalan itu, ia mengatakan sudah dikabarkan kepada publik melalui akun Twitter PT TransJakarta.

"Penyebabnya, dari pihak operator PPD ada masalah internal. Dan hal itu sudah dikabarkan lewat Twitter," tuturnya.

Masalah tersebut membuat jumlah armada yang beroperasi sedikit berkurang. Saat ini untuk rute tersebut sudah selesai operasi sejak pukul 22.00 WIB. 


Seorang perempuan lewat akun @NenaaDes sempat bertanya letak halte TransJ untuk rute Bekasi Mal Metropolitan - Bundaran Hotel Indonesia. "min untuk rute TJ bekasi mm - bund HI apakah berhenti di halte cawang uki juga ?
Untuk halte bekasi mm itu dimananya ya ?" tanya Nena.

Melalui akun Twitter @PT_TransJakarta, pertanyaan tersebut dijawab sekaligus juga menjelaskan soal terjadinya perpendekan rute. "Iya, untuk saat ini rute tersebut mengalami perpendekan rute menjadi Bekasi Barat (Summarecon)-UKI,Halte nya berada didepan Giant," jawab akun tersebut. 


Monday, January 9, 2017

Usai Diautopsi, Jasad Tri yang Tewas Ditusuk Dibawa ke Rumah Duka



Jakarta - Tri Ari Yani Puspo Arum (22), mahasiswi Universitas Esa Unggul yang ditemukan tewas di Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat selesai menjalani autopsi. Proses autopsi dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.

Pantauan detikcom di RSCM, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017), jasad Arum keluar dari ruang jenazah pukul 18.45 WIB. Jenazah keluar diiringi oleh pihak keluarga korban.

Yudi Setyo Wibowo (41), paman korban mengatakan, almarhumah Arum akan langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Al Bashor, RT 12 RW 03, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah akan dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Langsung dibawa ke rumah duka. Besok (10/1/), sekitar jam 10.00 WIB dimakamkan di daerah Kramat Jati, tapi belum tahu pastinya di TPU mana," terang Yudi.



Yudi menambahkan, korban mengalami luka tusuk di bagian leher dan punggung. "Selain di leher, tadi saya lihat ada sekitat 4 luka di punggung," imbuhnya.

Arum ditemukan tewas tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB di kamar kosnya, Jalan Kebon Jeruk, Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Jasad Arum ditemukan oleh temannya yang bernama Zainal Abidin dan sempat dibawa ke RS Siloam, tapi nyawanya tak terselamatkan. 



Sunday, January 8, 2017

Gedung Putih Kutuk Serangan Truk di Yerusalem yang Tewaskan 4 Orang

Gedung Putih Kutuk Serangan Truk di Yerusalem yang Tewaskan 4 Orang

Yerusalem - Empat tentara Israel tewas dalam serangan truk oleh warga Palestina. Gedung Putih mengutuk aksi yang terjadi di Yerusalem tersebut. 

"Tindakan pengecut seperti itu tidak dapat dibenarkan, dan kami mengajak semua untuk mengirim pesan yang jelas dan tegas bahwa terorisme tidak boleh ditoleransi," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Ned Price dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Senin (9/1/2017). 

Sebuah truk yang dikemudikan warga Palestina menabrak sejumlah tentara Israel di sebuah tempat wisata di Yerusalem pada Minggu (8/1) waktu setempat. Empat orang meninggal dan 17 lainnya mengalami luka. 

Polisi juga mengidentifikasi pengemudi truk merupakan warga negara Palestina yang berasal dari Yerusalem Timur dan sudah ditembak mati.

Wakil Presiden AS Joe Biden melalui akun Twitter-nya ikut mengecam aksi tersebut. 

"Saya sangat mengutuk serangan teroris pengecut hari ini di Yerusalem dan berdoa bagi para korban meninggal, luka, dan keluarga mereka," tulis Biden.

Dilansir Reuters, Senin (9/1), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengunjungi lokasi kejadian. Dia mengatakan pelaku adalah pendukung ISIS.

"Kita tahu identitas penyerang. Menurut semua tanda-tanda dia adalah pendukung ISIS," ujarnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (9/1/2017). 






Masuk RS, Kesehatan Ridwan Kamil Menurun Sejak 4 Januari


Masuk RS, Kesehatan Ridwan Kamil Menurun Sejak 4 Januari

Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terbaring di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Dalam akun Instagram Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, kesehatan dia sudah menurun sejak Rabu (4/1) lalu.

Hal tersebut diungkapkan Emil dalam akun Instagram @ridwankamil seperti dilihat meja13.com pada Minggu (8/1/2017). Dalam foto yang diunggah Emil pada hari Sabtu (7/1), waktu itu dia mengatakan sudah hari ke-4 dirinya sakit.

Instagram Ridwan Kamil


"Setelah 3 tahunan selalu tidak ada masalah, akhirnya fisik saya tumbeng juga. Ini sudah hari ke-4 naik turun meriang keringetan tiada henti, tidak bisa kemana-mana, hanya di rumah," ungkap Emil.

Emil meminta maaf kepada warga Bandung karena tidak bisa melayani dalam waktu dekat ini. Di akhir caption, dia sempat bercanda bahwa saat sakit, wajahnya mirip pelawak Parto.

"Mohon maaf untuk warga Bandung saya tidak bisa melayani keluhan-keluhan anda semua di minggu-minggu ini, hapunten. *Kalau sakit ternyata 100 persen mirip Mas Parto*," tutup Emil.

Informasi terkait kondisi pria yang karib disapa Emil itu juga diperoleh dari istrinya, Atalia Praratya. Kepada meja13.com Atalia menyampaikan kondisi terbaru suaminya.

"Iya Kang Emil baru masuk rumah sakit tadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sakitnya apa, masih diobservasi," ujar Atalia, Minggu (8/1).

Sejak Rabu 4 Januari 2017, kondisi kesehatan pria berkacamata itu diketahui sudah menurun. Ia sempat menerima tamu dan melayani wawancara dengan wartawan dalam kondisi meriang berselimut syal di lehernya. Dua hari kemudian, pada Jumat (6/1), dosen arsitek ITB itu juga masih menggelar rapat koordinasi pengamanan Kongres PSSI.


Masuk RS, Kesehatan Ridwan Kamil Menurun Sejak 4 Januari

Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terbaring di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Dalam akun Instagram Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, kesehatan dia sudah menurun sejak Rabu (4/1) lalu.

Hal tersebut diungkapkan Emil dalam akun Instagram @ridwankamil seperti dilihat meja13.com pada Minggu (8/1/2017). Dalam foto yang diunggah Emil pada hari Sabtu (7/1), waktu itu dia mengatakan sudah hari ke-4 dirinya sakit.

Instagram Ridwan Kamil

"Setelah 3 tahunan selalu tidak ada masalah, akhirnya fisik saya tumbeng juga. Ini sudah hari ke-4 naik turun meriang keringetan tiada henti, tidak bisa kemana-mana, hanya di rumah," ungkap Emil.

Emil meminta maaf kepada warga Bandung karena tidak bisa melayani dalam waktu dekat ini. Di akhir caption, dia sempat bercanda bahwa saat sakit, wajahnya mirip pelawak Parto.

"Mohon maaf untuk warga Bandung saya tidak bisa melayani keluhan-keluhan anda semua di minggu-minggu ini, hapunten. *Kalau sakit ternyata 100 persen mirip Mas Parto*," tutup Emil.

Informasi terkait kondisi pria yang karib disapa Emil itu juga diperoleh dari istrinya, Atalia Praratya. Kepada meja13.com Atalia menyampaikan kondisi terbaru suaminya.

"Iya Kang Emil baru masuk rumah sakit tadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sakitnya apa, masih diobservasi," ujar Atalia, Minggu (8/1).

Sejak Rabu 4 Januari 2017, kondisi kesehatan pria berkacamata itu diketahui sudah menurun. Ia sempat menerima tamu dan melayani wawancara dengan wartawan dalam kondisi meriang berselimut syal di lehernya. Dua hari kemudian, pada Jumat (6/1), dosen arsitek ITB itu juga masih menggelar rapat koordinasi pengamanan Kongres PSSI. 

Saturday, January 7, 2017

2 Remaja Indramayu Dijadikan PSK di Malaysia


Jakarta - Dua orang remaja menjadi korban perdagangan orang di Malaysia. Kedua remaja tersebut diiming-imingi bekerja di restoran di Malaysia dengan gaji besar, tapi ternyata malah dijadikan PSK.

"Korban direkrut oleh, tersangka atas nama Reni pada sekitar bulan Oktober 2016. Kedua korban diberangkatkan oleh Reni dari Indramayu ke Jakarta, selanjutnya terbang ke Pontianak, Kalbar. Dijemput oleh ACO dam diberangkatkan ke Malaysia melalui Entikong tanpa paspor dengan cara kedua korban diminta bersembunyi di mobil," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto dalam keterangan tertulis, Minggu (8/1/2017).

Setelah tiba di Malaysia, keduanya diterima oleh ITA dan kemudian dijadikan PSK. Kedua remaja itu diwajibkan melayani 7 orang dalam sehari tanpa digaji.

ACO dan ITA sampai saat ini masih belum tertangkap. Sementara Reni sudah ditangkap pada Jumat (6/1) di Indramayu berdasarkan kerja sama dengan BNP2TKI.

"Tadi saya tahan," imbuh Agus.

Ada pun kedua remaja yang menjadi korban adalah NIM (16) dan NA (15). Kasus ini terkuak setelah NIM berhasil kabur saat akan dipindah ke Bintulu dan langsung menghubungi orang tuanya dan melapor ke KJRI Kuching.

NIM kemudian dijemput KJRI dan dipulangkan ke Indonesia. NIM lalu diterima oleh BNP2TKI.

"Satgas TPPO Dit Tipidum akan melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap tersangka ACO dan kawan-kawan. Satgas TPPO Dit Tipidum akan berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia terkait dugaan adanya korban-korban lain yang masih bekerja di Kuching, Malaysia," tutur Agus. 




Polisi Imbau Pengeroyok Kader PDIP Serahkan Diri


Jakarta - Dua dari sepuluh orang yang diduga mengeroyok Widodo, kader PDIP teridentifikasi sebagai anggota sebuah ormas. Polisi mengimbau para pelaku untuk menyerahkan diri.

"Diduga pelakunya sepuluh orang, dua orang diketahui berinisial I dan F. Menurut korban mereka diduga anggota FPI," ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie kepada meja13.com, Sabtu (7/1/2017).

Roycke mengatakan, dua pelaku teridentifikasi identitasnya karena masih bertetangga dengan Widodo. "Korban dan pelaku ini bertetangga, jadi korban tahu dua orang itu diduga anggota FPI," imbuhnya.

Pengeroyokan ini menurut Roycke bermula ketika cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat melakukan kampanye di Jelambar, Jakarta Barat pada Jumat (6/1) sore. Saat berkampanye, kedua pelaku ini berteriak-teriak.

"Mereka teriak-teriak haram...haram," imbuh Roycke.

Mendengar hal itu, Widodo menegur keduanya. Namun saat itu tidak ada reaksi dari kedua pelaku.

Hingga pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, Widodo yang sedang berada di depan rumahnya didatangi oleh 2 pelaku dan 8 orang lainnya. Para pelaku langsung mengeroyok Widodo hingga babak belur.

Widodo kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

"Ini pidana murni dan tidak ada kaitannya dengan kampanye. Kami imbau kedua pelaku untuk menyerahkan diri," kata Roycke.