Dilansir dari Oddity Central, sejak didiagnosa dengan penyakit itu, Ash mengaku mendapat perubahan yang cukup besar di hidupnya.
Orang-orang memandangnya aneh dan juga mencibirnya. Meski ia mencoba untuk tegar, namun ia mengaku menjalani masa-masa mudanya dengan berat karena minder.
Setelah sempat mengalami depresi di usia belasan tahun, Ash pun akhirnya mencoba bangkit dengan dukungan dari keluarganya.
Dia berusaha menjadi dirinya sendiri dan mulai berani menggunakan pakaian pendek dan memperlihatkan keunikan kulitnya. Ia juga membuang jauh-jauh pikiran negatif dari otaknya.
Kini gadis 21 tahun itu justru terlihat pede memamerkan vitiligo di kulitnya yang merupakan bagian dari proyek "The Marker Chronicles".
Bercak warna di kulitnya bahkan ia gambari layaknya sebuah peta dunia. Foto-fotonya bahkan kerap menuai pujian saat diunggah melalui akun Instagram @radiantbambi miliknya.
"Aku masih ingat saat menulis bahwa aku cantik. Aku kuat dan aku sudah cukup baik dengan diriku sendiri di selembar kertas," kata Ash.
"Aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tak harus mengikuti standar kecantikan orang lain karena aku memiliki keunikan sendiri."
"Kini proyek itu mengubah pandangan orang lain soal kekuranganku dan justru bisa membuatku terlihat lebih cantik," jelas Ash. "Kita dapat hidup dengan baik meskipun kita memiliki perbedaan sebagai sesuatu yang spesial dari kita...
Daripada memikirkannya sebagai kekurangan, akan lebih baik jika kita anggap itu sebagai sebuah kelebihan."


No comments:
Post a Comment